Game werewolf-rider

2013
04.16

Assalamualaikum,

Game, siapa sih yang kenal sejak lahir?? memang permainan tidak akan lepas dari kehidupan, permainan adalah aktifitas yang menyenangkan, apalagi permainan jaman dahulu. yah terlepas permainan jaman dahulu, ikhwan mau berbagi nih permainan yang sekarang ikhwan mainkan, sekaligus iseng tes hosting. nama permainannya werewolf-rider ini permainan motor cross kok, gak perlu di instal. mainnya hanya gerakkan depan belakang atas bawah aja, gampang kan. yuk langsung aja ke TKP


Game

oh ya sekalian memperkenalkan Hanaa Production mohon saran dan masukannya bisa kirim via mailnya/contact us nya kok. makasih

HOSTING DI TUGUHOST YUK

2013
04.13

Hosting, hal yang tidak terlalu asing untuk sekarang apalagi bagi mereka yang suka ngeblog.  Hosting dan domain itulah pasangan kakak beradik yang tidak bisa di pisahkan,  jika ini menjadi syarat, web akan tercipta jika dan hanya jika hosting dan domain ada. He he, BTW pada tau gak sih apa itu hosting ma domain? Hosting adalah drive yang menyimpan halaman website yang terhubung dengan internet dan dapat diakses dari jaringan luar menggunakan sebuah ip tertentu. Sedangkan domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi server web (ip tertentu).

Nah, kebetulan ikhwan baru saja memutuskan menyewa sebuah hosting untuk took online ikhwan nih, nama tokonya www.hanaa.web.id . ikhwan mau berbagi pengalaman seputar hosting yang ikhwan gunakan.  Ikhwan menggunakan jasa hosting Tuguhost yang beralamat tuguhost.com,  ikhwan dapat info ini dari teman2 ikhwan loh thanks to engkoh (setiawantw@yahoo.com), so ikhwan juga ingin memperkenalkan kepada kalian. Permasalahhan terbesar pertama kali hosting adalah biaya yang cukup besar bagi pemula, yah siapa yang sanggup membayar 100rb/bln untuk bayar hosting pribadi?? Nah permasalahan ini akhirnya terjawab dengan tuguhost.

Biaya hosting yang terjangkau, siapa yang tidak mw dengan biaya hosting mulai dari 10 rb an /bln ?? tuguhost memiliki beberapa server di 3 wilayah berbeda, singapura, UK, and  Us. Dengan hosting yang tersebar di 3 wilayah kamu dengan leluasa membidik sasaran pembaca, klo wilayah asia/indo ambil server singapura, klo amerika ambil us, klo eropa ambil uk. Bedanya adalah akses kecepatan server,  ibarat mau ke pasar ada 3 jalur berbeda jarak tempuhnya, pasti di pilih yang paling deket kan. Tapi tenang aja perbedaannya gak terasa kok.

 

Permasalahan selanjutnya adalah bagaimana caranya hosting. Hiks,, gampang kok buka aja tuguhost.com pilih2pilih produk yang diinginkan klo gak ngerti colek aja CS nya nti ngebantuin kok. Ih gak ngasih solusi. Eits, ikhwan pernah loh ngobrol ma CS nya, pdkt an gitu deh.

 

Gini ceritanya, karena ikhwan dulu hosting free yanh lambatnyaaaa minta ampyun akhirnya ikhwan ganti ke yang berbayar, pusing cari tempat hosting yang oke, akhirnya dapat saran nbantuan ke tuguhost, jadi deh ikhwan pesan tempat d tugu host, isi isi formulir. Nah bagian nama domain ikhwan kan belum punya domain ya udah ikhwan isi aja seenaknya (ikhwan kira bisa asal dulu), udah tuh ampe bayar selesai deh. Nah pas ikhwan pake servernya, teng tong, waduh ikhwan lupa gimana mulainnya.

 

Yup untungnya ada invoice dari tuguhost berisi data server, akhirnya ikhwan terbantu masuk ke hosting. Udah tuh kirim kirim invoice. Nah ikhwan upload file web ke server, seting setting eh mentok tuh pas domain name. kan ikhwan domainnya hanaa.web.id eh dihosting ikhwan beda gara2 ikhwan ngasal isi nama domain pas pesan hosting. Hmmm akhirnya ikhwan colek CS YM ma support, ngobrol ngobrol minta berubah nama domainnya akhirnya jadi tuh permintaaan ane di kabulin setelah ane buat tiket supportnya.. udah deh tunggu beberapa menit permasalahan ikhwan beres. Bintang dah di kirim yah CS. trust uh pas database ikhwan gak masuk (gara2 salah permission, ikhwan colek lagi CS nya, trus di kasih petunjuk wat selesaikan permasalahan. Top deh, intinya klo ada masalah n mw Tanya Tanya colek aja CS nya.

 

Nah bagaimana dengan kualitas hostingnya?? Yup selama ikhwan upload lihat n rasakan. Serasa punya hosting yang mahal loh.. cepat, stabil dan recommended deh untuk pemula.  Yuk perluas blog kamu dengan hosting sendiri.

 

Video Serum G 2010

2013
04.11

 

Assalamualaikum,
 wah akhirnya ikhwan mendekati masa terakhir
kuliah S1 nih. doakan yah tanggal 19 april bisa sidang dan lulus dengan hasil
yang sangat baik amin. hmm kali ini ikhwan mw share nih, video jaman dulu
banget hiks hiks.. tahun 2010 aja kok tentang serum g. yang buat mba Danis loh
nih videonya

http://youtu.be/lDIPZcph6YM

Imam Hasan Al Banna guide for youth

2013
04.11

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Imam Hasan Al Banna guide for youth

“O youth! Fikroh will be won if we have a strong faith, sincere and honest
him, had zeal – flaming, readiness to sacrifice and work for
make it happen. These four pillars: Faith, Sincerity, enthusiasm and charity, is
characteristic
youth. Indeed, the foundation of faith is the living heart, is the principle of
sincere pure heart
pure spirit of the foundation of a strong sense of determination and charity are
always fresh. “
GOD He will say: “Verily, they were young – young people of faith to
Their Lord, and we add to them the instructions. “Q.S Al-Kahf: 13.

Panduan Imam Hasan Al Banna untuk para pemuda

2013
04.11

Panduan Imam Hasan Al Banna
untuk para pemuda


Wahai pemuda ! Fikroh ini akan menang jika kita memiliki iman kuat, tulus dan
ikhlas

kepadanya,
punya semangat yang berkobar – kobar, kesiapan berkorban dan beramal untuk

mewujudkannya.
Empat rukun ini : Iman, Ikhlas, semangat dan amal, merupakan ciri khas

pemuda.
Sesungguhnya dasar iman adalah hati yang hidup, asas ikhlas ialah hati yang
suci

murni,
landasan semangat yaitu perasaan yang kuat dan amal adalah tekad yang selalu
segar “.

ALLAH
Berfirman : “ Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda – pemuda yang beriman
kepada

Rabb
mereka dan kami tambahkan kepada mereka petunjuk. “ Q.S Al Kahfi : 13.

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Teori fisika : Menguji Teori Gravitasi Einstein

2013
04.11

Teori fisika : Menguji Teori Gravitasi Einstein


 

Agung Waluyo (George Washington University)


“Ptolemy menciptakan gambaran alam semesta dan
gambaran ini bertahan sampai dua ribu tahun. Newton menciptakan
gambaran alam semesta dan bertahan sampai dua ratus tahun. Sekarang Dr.
Einstein telah menciptakan gambaran alam semesta yang baru dan tidak
seorangpun yang tahu berapa lama gambaran ini bisa bertahan.” George
Bernard Shaw (1930)
Mungkinkah Albert Einstein
berbuat kesalahan dalam teori-teori yang pernah disusunnya? Untuk
menjawab pertanyaan ini tidaklah mudah. Karena hampir semua teori yang
Einstein ajukan telah terbukti melalui eksperimen. Tetapi masih ada satu
teorinya yang sampai saat ini masih belum teruji sepenuhnya: teori
relativitas umum.
Untuk itu sebuah satelit yang
bernama Gravity Probe (GP) B telah diluncurkan pada hari Senin 19 April
2004 pukul 10:01 pagi waktu Pasifik dari Markas Angkatan Udara AS
Vandenberg, California Selatan. Proyek yang telah mengalami penundaan
bertahun-tahun ini bernilai 700 miliun dollar AS. Satelit ini
diluncurkan dengan satu tujuan
Tujuan utama
dari eksperimen ini adalah untuk menguji kebenaran premis utamanya
tentang medan ruang dan waktu yang Einstein ajukan sebagai dasar dari
teori relativitas umumnya. Satelit GP B yang terdiri dari
teleskop dan sistem giroskop ini akan mengelilingi bumi dari kutub utara
ke selatan dengan ketinggian 640 km sampai dua tahun. Satelit dengan
peralatan yang sangat canggih ini diharapkan bisa mendeteksi pengaruh
geometri medan ruang dan waktu di sekitar daerah pengaruh massa bumi

Tulisan ini akan terdiri dari dua bagian. Bagian pertama akan
mengakrabkan pembaca dengan teori relativitas umum Einstein, fenomena
alam yang diprediksikan sebagai akibat dari teori ini dan eksperimen
yang telah dilakukan sebagai konfirmasi prediksi tadi. Bagian kedua
membahas lebih jauh eksperimen yang sedang dilakukan dalam proyek GP B untuk membuktikan klaim tentang medan ruang dan waktu.

Dua kejanggalan dalam teori gravitasi Newton


Gravitasi adalah fenomena yang dekat sekali dengan kehidupan kita.
Setiap orang bisa merasakannya. Gaya ini bisa dirasakan dan dilihat
dalam berbagai bentuk yang berbeda. Ketika kita melenggang pada jalan
menurun, tarikan gravitasi akan mempercepat langkah kita. Hal lain yang
sangat jelas bagi kita adalah setiap benda yang dilemparkan pasti akan
jatuh ke tanah. Namun demikian baru ditahun 1687 gravitasi ini bisa
dijelaskan dan dirumuskan ke dalam persamaan matematika sederhana. Orang
pertama yang sanggup menjelaskannya adalah Sir Issac Newton.

Fisikawan berkebangsaan Inggris ini, berhasil mengungkapkan mekanisme
bagaimana dua object bermassa yang berinteraksi dalam gaya tarik-menarik
gravitasi. Matahari di dalam solar sistem kita, menurut teori ini,
memiliki gaya tarik yang sangat besar jangkauannya sehingga bisa menarik
benda-benda angkasa yang bermassa relatif lebih kecil seperti planet,
komet, dan asteroid dan melayang pada orbitnya.

Baru kemudian di awal abad 20 Einstein menemukan kejanggalan dalam
teori gravitasi Newton. Kejanggalannya terletak pada ketidakcocokan
teori gravitasi Newton dengan teori relativitas khusus yang diajukan
Einstein pada tahun 1905.
Dalam teori
relativitas khususnya, Einstein berusaha agar teori relativitas
khususnya konsisten dengan teori electromagnetik Maxwell. Akibatnya
Einstein tiba pada klaim bahwa cahaya memiliki kecepatan sebesar 299,792
km per detik. Bukan hanya itu Einstein mengatakan bahwa kecepatan ini
adalah kecepatan absolut. Artinya benda atau energi lain bisa bergerak
mendekati kecepatan ini tetapi tidak akan pernah melebihi kecepatan
cahaya. Einstein juga melihat ada prinsip fisika lain yang tidak
bersesuaian dengan teori gravitasi Newton. Prinsip ini dikenal dengan
prinsip ekuivalen.
Newton sendiri tidak
mengindikasikan bagaimana gaya gravitasi bekerja. Ia hanya mengatakan
bahwa gravitasi adalah satu gaya yang ÁÔudah dari sananya¡¦dibawa oleh
benda bermassa. Menurut Newton, sebuah benda bermasssa akan mengerjakan
gaya tarik kepada benda bermassa lain yang berada dalam jangkauan gaya
gravitasi benda yang bermassa lebih besar. Gaya tarik gravitasi itu
bekerja dan menjelajah ruang hampa diantara dua benda tadi dalam waktu
sesaat.
Hal ini bertentangan dengan klaim
Einstein bahwa tidak ada energi maupun massa yang bisa memiliki
kecepatan melebihi kecepatan cahaya. Mengingat jangkauan gaya gravitasi
yang mencapai ribuan bahkan jutaan kilometer, maka gaya gravitasi
tidaklah mungkin menjelajah angkasa luar dalam waktu yang singkat. Jika
gaya gravitasi bergerak dengan cara yang sama seperti cahaya bergerak,
maka Einstein berkesimpulan kecepatan gaya gravitasi bekerja juga tidak
boleh melebihi kecepatan cahaya. Dengan jarak jangkauan yang jauh maka
jelas gravitasi memerlukan waktu yang panjang untuk menjelajah ribuan
bahkan jutaan kilometer.
Ambil saja perjalanan
cahaya dari Matahari sampai ke planet-planet dalam tata surya. Untuk
bumi yang berjarak rata-rata 150 ribu kilometer dari matahari, cahaya
yang kita nikmati di bumi ini memerlukan waktu sekitar 8,3 menit untuk
tiba dibumi setelah dipancarkan dari permukaan matahari. Sedangkan untuk
planet Pluto yang berjarak sekitar 5940 juta kilometer dari matahari,
cahaya membutuhkan waktu sekitar 5,5 jam untuk tiba disana.

Namun demikian dengan teori gravitasi Newton bentuk dan orbit
planet-planet dalam tata surya bisa diprediksikan dengan tepat meskipun
perhitungan dilakukan dengan anggapan bahwa gaya gravitasi bekerja
dengan sesaat. Jika gravitasi bekerja tidak dalam waktu sesaat, sesuai
dengan relativitas khusus Einstein, maka orbit planet ini harus
mengalami koreksi. Tetapi jika koreksi Einstein dimasukkan, maka koreksi
ini justru memberikan hasil prediksi orbit planet yang tidak sesuai
dengan data astronomi. Pertimbangan ini membuat Einstein menyimpulkan
adanya mekanisme dalam teori gravitasi yang belum dijelaskan oleh
Newton.
Kejanggalan kedua yang Einstein temukan
berhubungan dengan prinsip ekuivalen. Secara sederhana prinsip ini
menggambarkan bahwa semua hukum fisika akan berperilaku sama dalam
kerangka acuan mana saja, baik dalam kerangka diam, dalam kerangka yang
berjalan dengan kecepatan konstan maupun dengan laju kecepatan yang
positif.
Misalkan kita berada dalam sebuah
pesawat ruang angkasa yang berada di ruang hampa dan pesawat itu
bergerak ke atas dengan laju kecepatan yang sama dengan laju kecepatan
gravitasi bumi yaitu 9,8 meter per detik kuadrat. Jika ada sebuah buku
yang melayang dalam pesawat itu, maka buku itu akan bergerak menuju
lantai pesawat dengan laju kecepatan yang sama pula: 9,8 meter per detik
kuadrat. Jika buku dengan berat yang sama dilepaskan dari ketinggian
tertentu di bumi dalam pengaruh gravitasi bumi, maka buku itu pasti akan
jatuh bumi dengan laju kecepatan yang sama pula.

Hal penting yang bisa disimpulkan dari percobaan sederhana di atas
adalah bahwa gerak buku di dalam pesawat dan gerak buku ketika jatuh di
permukaan bumi tidak bisa dibedakan. Apakah buku tadi jatuh karena
ditarik gravitasi bumi ataukah hanya sekedar bergerak dengan laju
kecepatan yang sama dengan gravitasi bumi. Dengan kata lain gravitasi
bisa diciptakan maupun dihilangkan hanya dengan memandang dari kerangka
acuan yang berbeda. Jika demikian mungkinkah buku tadi jatuh karena
ditarik bumi ataukah sebaliknya permukaan bumi yang bergerak keatas
kearah buku tadi dengan laju kecepatan yang sama dengan gravitasi bumi.

Konsep ruang dan waktu yang revolusioner


Kedua kejanggalan ini merupakan kunci bagi Einstein untuk tiba pada
konsep gravitasi baru yang revolusioner. Setelah sepuluh tahun bergulat
dengan kedua masalah ini, pada tahun 1916 Einstein muncul dengan teori
gravitasi baru yang didasarkan pada cara pandang terhadap ruang dan
waktu yang sama sekali berbeda dengan cara pandang Newton. Jikalau
Newton memandang ruang angkasa sebagai ruang yang kosong, Einstein
menganggap ruang angkasa tersebut terbuat dari anyaman medan ruang dan
waktu. Teori gravitasi baru ini lebih dikenal dengan nama teori
relativitas umum.
Jikalau Newton menyarikan
teori gravitasi dalam sebuah persamaan saja, Einstein menyarikannya
dalam 16 buah persamaan di dalam sebuah persamaan matematik yang ditulis
dengan notasi yang dikenal sebagai tensor. Persamaan tadi menghubungkan
geometri ruang dan waktu dengan massa dan energi.

Medan ruang dan waktu adalah medan 4-dimensi, tiga dimensi berasal dari
ruang dan satu dimensi berasal dari waktu. Bentuk susunan anyaman ruang
dan waktu ini sangat dipengaruhi oleh distribusi massa atau energi yang
berada di dalam medan 4-dimensi ini. Benda angkasa seperti matahari
akan melekukkan medan ini. Efek lekukannya bisa dibayangkan seperti
lekukkan permukaan kasur karet yang disebabkan oleh bola bowling di
atasnya. Sebagai perhatian, gambaran lekukan kasur dua dimensi ini
hanyalah untuk menyederhanakan gambaran lekukan 4-dimensi yang sulit
dibayangkan. Fenomena ini lebih dikenal sebagai warped space time atau
ruang-waktu yang terlekuk.
Dalam konsep ini,
semakin besar massa benda semakin luas efek lekukan yang terjadi. Karena
matahari memiliki massa yang cukup besar, maka efek lekukan medan ruang
dan waktu memiliki jangkauan yang jauh menjangkau planet, asteroid atau
benda-benda angkasa yang bermassa lebih kecil lainnya. Gerakan
planet-planet yang mengorbit matahari bisa dimengerti bukan sebagai efek
gaya tarik matahari melainkan karena planet-planet ini bergerak
mengikuti kontur medan ruang dan waktu yang terlekuk di sekitar
matahari.
Dua tahun setelah Einstein mengajukan
teorinya tentang medan ruang dan waktu, pada tahun 1918 dua fisikawan
berkebangsaan Austria, Joseph Lense dan Hans Thirring, meprediksikan
bahwa benda bermassa bisa merubah bentuk medan ruang dan waktu dengan
cara yang lain. Mereka mengajukan bahwa setiap planet atau bintang yang
berputar pada porosnya akan menyeret anyaman medan ruang dan waktu ke
arah kemana planet dan bintang itu berputar. Fenomena ini dikenal
sebagai seretan kerangka atau frame-dragging.

Bisa jadi Einstein benar, tetapi tidak berarti bahwa teori gravitasi
Newton sama sekali salah. Apakah setelah kita memiliki teori gravitasi
ala Einstein lalu teori gravitasi Newton bisa ditinggalkan? Tidak!
Keduanya harus sama-sama dipegang untuk bisa mengerti alam semesta ini
dan fenomena-fenomena di dalamnya. Teori Einstein memang memberikan
pengertian kita yang lebih akurat terhadap alam semesta. Namun demikian
sampai teori Einstein bisa diuji kebenarannya di lapangan, barulah kita
bisa menerima teori ini sepenuhnya.

Test yang telah dilakukan


Ketika mengajukan teorinya Einstein paham benar bahwa orang akan
meminta bukti lapangan untuk bisa menerima teori relativitas umumnya.
Oleh karena itu ia mengajukan tiga fenomena alam semesta yang bisa
dijelaskan dengan menggunakan teori relativitas umum: melekuknya
lintasan cahaya, gerak presisi perihelion planet Merkuri, dan pergeseran
warna merah akibat gravitasi.
Premis utama
relativitas umum adalah bahwa semua materi dan energi dipengaruhi oleh
medan ruang dan waktu yang terlekuk. Lintasan cahaya termasuk ke dalam
kategori ini, sehingga bisa berjalan dalam garis lengkung. Cahaya yang
berasal dari bintang yang sangat jauh dan terdeteksi oleh teleskop di
permukaan bumi mungkin mengalami fenomena ini. Apalagi ketika cahaya itu
melintas berdekatan dengan matahari. Gravitasi matahari yang cukup
besar oleh Einstein diprediksikan membelokkan cahaya sejauh 1,75 detik
arc. Satu detik arc sama dengan satu per per tiga ribu enam ratus
derajat.
Untuk mengamati fenomena ini,
pengamatan harus dilakukan ketika sebuah bintang menempati lokasi yang
dekat dengan matahari. Tetapi dalam kondisi seperti ini cahaya matahari
akan menutupi cahaya bintang tersebut. Karenanya pengamatan harus
dilakukan pada saat gerhana matahari total. Pada 29 Mei 1919 Sir Arthur
Edington memimpin ekspedisi ke Afrika untuk pengamatan sinar bintang
saat gerhana matahari total terjadi. Pada 6 November 1919, konfirmasi
pembelokan lintasan cahaya yang diprediksikan Einstein dalam ketelitian
sekitar 20 persen diumumkan ke dunia. Di antara tahun 1969 sampai 1975
sebanyak dua belas pengamatan dilakukan dengan menggunakan gelombang
radio dan menghasilkan pengukuran dengan ketelitian satu persen
dibanding dengan prediksi Einstein.
Sesuai
dengan hukum gerak dan teori gravitasi universal Newton, setiap planet
akan bergerak mengelilingi matahari dalam lintasan orbit elips. Posisi
terdekat dan terjauh sebuah planet dari matahari dalam lintasan tersebut
masing-masing dikenal sebagai perihelion dan apehelion. Jika hanya satu
planet yang mengelilingi matahari maka lintasan elips tadi tidak akan
berubah, namun karena ada lebih dari satu planet dalam tata surya,
planet-planet lain juga memberikan pengaruh gravitasinya yang relatif
kecil kepada salah satu planet. Akibatnya orbit sebuah planet dalam
tata-surya kita tidaklah statis melainkan bergerak berputar (berpresisi)
terhadap Matahari.
Dari pengamatan yang
dilakukan bertahun-tahun, titik perihelion planet merkuri mengalami
total presisi sejauh 574 arc detik setiap satu abad. Namun teori
gravitasi Newton hanya memberikan 531 arc detik. Itu berarti masih ada
perbedaan sebanyak 43 arc detik. Tidak sedikit alasan yang diajukan
untuk menjelaskan angka 43 arc detik ini namun tidak ada yang berhasil
menyempurnakan prediksi dengan teori gravitasi Newton ini. Namun dengan
teori gravitasinya, Einstein sanggup menjelaskan perbedaan 43 arc detik
dan dengan demikian menghasilkan angka yang sesuai dengan data astronomy
lapangan.
Fenomena terakhir yang diajukan oleh
Einstein berhubungan dengan hilangnya sebagian energi cahaya ketika
sebuah berkas cahaya keluar dari medan gravitasi sebuah benda angkasa.
Ketika sebuah berkas sinar kehilangan sebagian energi, panjang
gelombangnya berubah menjadi lebih panjang mengakibatkan warna cahaya
tersebut akan bergeser ke arah warna merah. Itulah sebabnya fenomena ini
disebut sebagai pergeseran warna merah akibat medan gravitasi.

Eksperimen terkenal untuk membuktikan prediksi ini dilakukan oleh R.V.
Pound dan G.A. Rebka di universitas Harvard pada tahun 1959 dengan
menggunakan teknik yang disebut sebagai efek Mossbauer. Sinar gamma yang
dihasilkan oleh elemen radioaktif kobalt dipancarkan dari lantai dasar
laboratorium fisika Jefferson di kampus itu. Melalui lubang yang
didesain mencapai tingkat teratas laboratorium setinggi 22.5 meter
menghasilkan konfirmasi perbedaan frekuensi cahaya yang dihasilkan.

Sebuah tes yang lebih akurat dari percobaan di atas adalah yang
dilakukan oleh Gravity Probe A (GP A), percobaan yang menggunakan roket,
di tahun 1976. Dalam percobaan ini, sebuah jam yang menggunakan cahaya
maser-hidrogen dilepaskan dengan menggunakan roket Vessot-Levine.
Frekuensi jam ini dibandingkan dengan frekuensi yang terdapat di bumi
dan menunjukkan perbedaan yang sesuai dengan prediksi teori relativitas
umum Eistein.
Sebenarnya ada fenomena lain yang
ditemukan oleh fisikawan yang bernama I.I. Saphiro dari universitas
Harvard di tahun 1964. Selain mengakibatkan lambatnya waktu berlalu,
medan gravitasi juga mengakibatkan semakin memendeknya dimensi panjang
yang berarti semakin melambatnya kecepatan cahaya jika berada dalam
medan gravitasi. Di tahun 1970, I.I. Saphiro melakukan percobaan dengan
signal radar yang dipancarkan dari bumi dan dipantulkan oleh planet
Venus dan kembali ke bumi. Melalui eksperimen ini, Saphiro mencatat
perlambatan cahaya sebanyak 240 perjuta detik. Hasil ini cocok dengan
perhitungan Einstein dengan akurasi 3 persen.

Melihat hasil pengamatan lapangan yang telah dilakukan, sebenarnya masih
menyisakan pekerjaan rumah bagi para fisikawan untuk mebuktikan
kebenaran teori Eistein. Itulah sebabnya proyek Gravity Probe B (GP B) dibuat dan membutuhkan sekitar 40 tahun untuk merampungkan persiapannya dan akhirnya meluncurkannya.

“Meskipun terlihat sangat indah, kemungkinan besar teori relativitas
umum Eisntein akan mengalami amandemen” (C.N. Yang , Pemenang hadiah
nobel fisika)

Sebagaimana telah dibahas di
dalam tulisan sebelumnya, pada tahun 1916 Einstein dengan cemerlang
menyusun teori relativitas umum sebagai usaha untuk menjelaskan fenomena
gravitasi di alam semesta. Teori ini disebut sebagai ciptaan paling
brilian yang pernah dihasilkan dari pikiran manusia. Premis dasarnya
adalah ruang angkasa yang terlihat kosong sebenarnya terbuat dari
anyaman medan ruang dan waktu. Teori ini bukan saja menggabungkan konsep
ruang, waktu dan gravitasi tetapi juga sanggup memprediksi
fenomena-fenomena alam semesta lain yang sulit masuk diakal seperti
black hole atau lubang hitam.
Lebih lanjut
keberadaan benda astronomi seperti planet dan bintang memberikan
pengaruh terhadap strukture anyaman ruang-waktu tadi. Sebuah planet,
misalkan, akan melekukkan anyaman itu, efek lekukan ini disebut sebagai
warped space time atau lekukan ruang waktu. Karena benda seperti planet
dan bintang berputar pada porosnya, putaran ini diperhitungkan menyeret
anyaman tadi. Efek seretan ini disebut sebagai efek frame dragging atau
seretan kerangka.
Akibat lekukan anyaman
ruang-waktu yang diakibatkan oleh matahari yang bermassa jauh lebih
besar dari massa planet dan benda-benda lain dalam tata surya,
benda-benda yang bermassa lebih kecil tadi akan bergerak mengikuti
bentuk lekukan anyaman di sekitar matahari. Efek ini juga dikenal
sebagai efek geodetic. Akibat massa matahari yang sangat besar, efek
geodetinya menjangkau bahkan sampai planet Pluto atau Cesna (kandidat
planet yang baru saja ditemukan sebagai benda angkasa yang terjauh dari
matahari).
Meskipun prediksi teori relativitas
umum dalam pembelokan lintasan cahaya, presisi perihelion planet
Merkuri, pergeseran warna merah dan melambatnya kecepatan cahaya akibat
gravitasi telah dikukuhkan keberadaannya melalui eksperimen, dua efek
utama dari teori ini, efek geodetik dan seretan kerangka, belum terbukti
secara langsung melalui eksperimen. Sehingga boleh dikatakan bahwa
teori relativitas umum adalah teori yang paling sedikit mendapat
perhatian oleh para eksperimentalis.
Lebih
lanjut Einstein sendiri mengakui bahwa persamaan relativitas umumnya
memiliki kelemahan. Suku di sisi kiri persamaannya, yang menggambarkan
geometri ruang-waktu, merupakan suku yang kokoh seperti batu granit
sementara suku di sisi kanan persamaannya, yang menghubungkan geometri
ruang-waktu dengan massa dan energi, adalah suku yang lemah seperti
pasir dipantai.
Bukan hanya itu, para ilmuwan
melihat teori relativitas umum memiliki masalah dalam teori itu sendiri
yang lebih serius. Kenyataan bahwa dari keempat gaya dalam alam semesta
ini, gaya inti kuat, inti lemah, elektromagnetik dan gravitasi,
gravitasi adalah satu-satunya gaya yang sulit untuk digabungkan dengan
ketiga gaya yang lain dalam teori penggabungan agung (GUT). Lebih
lanjut, teori gravitasi ini tidak bersesuaian dengan teori mekanika
kuantum yang merupakan teori terbesar yang pernah ditemukan di awal abad
20. Para fisikawan banyak berspekulasi tentang skenario teori gravitasi
kuantum, tetapi akhirnya spekulasi ini hanya berakhir pada sebatas
sebagai spekulasi saja.
Kesulitan-kesulitan
yang ditemukan dalam teori gravitasi Einstein ini menguatkan kecurigaan
para fisikawan bahwa teori ini sepertinya perlu diamandemen. Untuk
menemukan bukti kuat yang dapat mendukung amandemen teori gravitasi
Einstein ini dibuatlah eksperimen GP B yang khusus akan menguji premis utama teori ini dalam efek geodetik dan seretan kerangka.

Prinsip sederhana eksperimen Gravitasi Probe (GP) B

Setiap eksperimen memerlukan sesuatu yang bisa diamati dan alat pengukurnya. Karena tujuan utama eksperimen GP B
adalah mencari bukti adanya medan ruang-waktu, maka pertanyaannya
adalah apakah anyaman medan ruang-waktu ini bisa ÅÅilihat¡¦atau
dideteksi. Kalau bisa adakah alat untuk mendeteksinya? Untuk menjawab
pertanyaan ini, pada tahun 1960 Leonard Schiff, fisikawan dari
universitas Stanford dan George Pugh fisikawan dari Departemen
Pertahanan AS, secara terpisah mengusulkan bahwa alat yang bisa dilihat
efek geodetik dan seretan kerangka ini adalah giroskop.
Giroskop adalah alat yang memiliki prinsip kerja yang sama dengan
prinsip kerja sebuah gangsingan, mainan anak-anak yang dijual dipasar
tradisional. Sebuah gangsingan yang berputar pada porosnya memiliki
besaran fisis yang membuatnya tetap berdiri ketika berputar yang disebut
momentum angular. Berat gansingan mengakibatkan poros gansingan tidak
berdiri tegak lurus melainkan sedikit miring. Momentum angular ditambah
dengan berat gansingan tadi mengakibatkan gansingan melakukan dua
gerakan berputar: putaran terhadap porosnya sendiri dan putaran terhadap
poros vertikal permukaan dimana sebuah gansingan berputar. Gerak
berputar yang kedua ini disebut gerak presisi.
Misalkan sebuah gansingan berputar di atas tanah. Jika berat gansingan
diabaikan, maka putaran yang tinggal hanyalah putaran gansingan pada
porosnya. Lebih lanjut jika tanpa gangguan gaya lain maka gangsingan
tadi akan akan terus berputar dengan arah poros yang tetap. Dengan
asumsi ini, ketika gansingan tadi bergeser dari tempat semula pada
permukaan yang tidak rata, poros putaran gansingan ini akan berubah arah
dan perubahan ini akan bersesuaian dengan bentuk atau kontur permukaan
tanah. Sehingga perubahan arah poros gansingan ini dapat dipakai sebagai
informasi mengenai bentuk permukaan tanah.
Prinsip kerja yang sama juga digunakan oleh giroskop pada GP B
untuk mendeteksi adanya lekukan medan ruang-waktu di sekitar bumi.
Untuk bisa mengisolasi giroskop dari efek yang lain selain efek geodetik
dan seretan kerangka, giroskop pada satelit GP B harus dikemas sedemikian rupa sehingga pengaruh-pengaruh seperti cacat fisik giroskop dan medan magnet bumi bisa dihindari.

Giroskop dan teleskop pada satelit GP B

Tantangan eksperimen ini selanjutnya adalah kecilnya pengaruh kedua
efek tadi pada perubahan arah poros giroskop. Sesuai dengan perkiraan
perhitungan dengan teori gravitasi Einstein, sebuah giroskop akan
mengalami perubahan sejauh 6,614 mili-arc-detik atau sekitar 0,00183
derajat per tahun ke arah utara bumi akibat efek geodetik. Sementara
itu, efek seretan kerangka hanya akan memberikan perubahan sejauh 40,9
mili-arc-detik per tahun pada arah horizontal ke arah timur, perubahan
yang sangat sulit terdeteksi oleh alat pengukur sudut konvensional
manapun.
Untuk keperluan pengukuran kuantitas
yang sangat kecil ini, para ilmuwan pada proyek ini harus membuat
giroskop atau rotor berbentuk bola yang kebulatannya mendekati sempurna.
Rotor yang berjumlah 4 buah ini masing-masing berukuran sama seperti
bola ping-pong yang berdiameter sekitar 1,5 inchi.
Dengan teknologi fabrikasi yang baru para ilmuwan di universitas
Stanford dan Nasa berhasil membuat rotor yang homogen. Kebulatannya yang
sempurna mencapai ketelitian 40 kali ukuran atom. Artinya setiap titik
pada permukaan bola rotor itu memiliki jarak sama dari pusat bola.
Kalaupun terdapat perbedaan maka perbedaannya hanya berkisar 0,0000003
inchi. Homogenitas dan kebulatan yang sempurna ini akan menghindari
ketidakseimbangan rotor dan gesekan dengan udara pada saat berputar.
Bagian dalam rotor terbuat dari Quartz padat. Quartz adalah material
yang biasanya digunakan untuk perhiasan. Dipahat dari batangan quartz
murni yang matang dari Brazil dan kemudian dipanggang dan dimurnikan di
laboratorium di Jerman. Masing-masing rotor ini ditempatkan dalam sebuah
kotak rumah yang memiliki 6 elektroda yang nantinya dipakai untuk
mengangkat setiap rotor dengan medan listrik. Untuk memutar rotor-rotor
tadi dalam ruang hampa, semburan gas helium digunakan sampai
masing-masing rotor mencapai kecepatan putaran 10.000 rpm. Setelah itu
setiap rotor akan berputar dalam ruang hampa di dalam kotaknya tanpa
topangan sedikitpun.
Apapun cara pengukuran
yang dilakukan dalam eksperimen ini, mekanisme yang dipakai tidak boleh
mengganggu putaran mekanik rotor. Oleh sebab itu, pengukuran perubahan
sudut yang sangat kecil ini harus dilakukan dengan metode yang tidak
memberikan gangguan mekanik terhadap masing-masing rotor. Untuk itu para
ilmuwan menggunakan alat ukur dengan teknologi baru yang dikenal dengan
SQUID (Superconductor Quantum Interference Device). SQUID juga disebut
magnetometer karena alat ini digunakan untuk mengukur medan magnet.
Magnetometer ini sangat bergantung pada fenomena fisika yang dikenal
sebagai superkonduktor.
Superkonduktor adalah
sebuah fenomena fisika yang ditemukan oleh fisikawan Belanda H.
Kammerlingh Onnes di tahun 1911. Pada suhu yang sangat rendah, yaitu
pada suhu beberapa derajat diatas suhu nol absolut, bahan-bahan material
tertentu akan kehilangan sifat hambatan listriknya. Sehingga jika
sebuah arus listrik yang mengalir pada sebuah cincin superkonduktor maka
arus tadi akan berputar pada cincin itu selamanya, asal saja cincin itu
dipertahankan dalam suhu yang sangat rendah tadi.
Selain hambatan listrik yang praktis nol, bahan superkonduktor juga
memiliki satu properti yang unik. Pada tahun 1948, seorang fisikawan
teori yang bernama Fritz London memprediksikan bahwa superkonduktor yang
berputar akan menciptakan momen magnet kecil. Keuntungannya adalah
momen magnet ini berada persis bertindihan dengan sumbu putarannya.
Itulah sebabnya setiap rotor dalam eksperimen ini dilapisi dengan
Niobium, bahan yang memiliki sifat super konduktor pada suhu yang sangat
rendah, dengan ketebalan lapisan 0,001270 milimeter. Ketika rotor
berputar, lapisan tipis Niobium ini menghasilkan momen magnet seperti
dalam efek London tadi. Ketika arah poros rotor berubah, momen magnet
London tadi ikut berubah sesuai dengan arah poros rotor. Sehingga dengan
mengamati perubahan momen magnet dengan peralatan SQUID sama saja
dengan mengamati perubahan sudut rotor. Peralatan SQUID yang sangat
sensitif ini sanggup mendeteksi perubahan momen magnet sekecil seper
sepuluh ribu triliun medan magnet bumi.
Untuk
mempertahankan keadaan superkonduktor pada suhu ¡¦71,4 Celcius, semua
peralatan ditempatkan dalam sebuah termos logam yang berukuran 2,441
liter dan diisi dengan helium cair dalam keadaan superfluid. Dinding
yang berlapis-lapis melindungi peralatan dari radiasi langsung di
angkasa luar. Sehingga praktis tidak ada panas yang masuk ke dalam
termos melalui radiasi tersebut. Peralatan pengontrol suhu mengatur
kemungkinan masuknya panas yang terjadi akibat konduksi panas dari
bagian atas termos dan radiasi sinar yang masuk ke dalam teleskop yang
ditempelkan pada bagian atas rumah rotor. Dinding ini juga melindungi
sistem rotor ini dari medan magnet bumi.
Peralatan penting kedua yang disertakan dalam rangkaian peralatan ini
adalah teleskop yang berukuran sepanjang 36 centimeter yang tersusun
dari cermin yang berdiameter 14,2 centimeter. Teleskop ini dipasang
diatas kotak rumah rotor, sehingga poros rotor dan teleskop ini bisa
dikatakan berada pada posisi arah yang sama pada mulanya. Teleskop ini
berfungsi sebagai arah acuan yang dipakai untuk mengukur perubahan sudut
pada rotor.
Idealnya, teleskop ini dibuat
tetap mengarah kepada benda masif yang jauh di angkasa seperti kuasar,
karena posisi benda ini akan terlihat tidak berubah relatif terhadap
satelit GP B. Meskipun demikian, benda seperti ini terlihat redup
oleh teleskop. Karena itu pilihan acuan jatuh kepada bintang binary
(kembar) yang bernama IM Pegasi yang berjarak berkisar 300 tahun cahaya
dari bumi.
Dari sekitar 1.400 bintang yang
diseleksi, IM Pegasi memenuhi empat syarat sebagai bintang acuan.
Bintang ini memiliki posisi yang menguntungkan seperti tidak ada benda
lain yang akan berada diantara bintang ini dan satelit GP B. Kedua, bintang ini cukup bersinar terang buat teleskop pada satelit GP B
untuk diamati. Ketiga, bintang ini cukup menghasilkan gelombang radio
yang bisa ditangkap oleh teleskop gelombang radio di bumi. Terakhir, IM
Pegasi berada bersebelahan dengan sebuah kuasar, sehingga sangat mudah
diamati.

Gagasan yang membuka alam semesta baru

Melihat panjangnya perjalanan proyek ini, maka setiap orang yang
terlibat didalamnya patut berbangga. Diawali dengan hanya sebuah gagasan
sederhana pengukuran medan ruang-waktu dengan giroskop pada tahun 1960.
Empat tahun kemudian NASA setuju untuk membiayai proyek ini. Dengan
banyaknya teknologi baru yang diperlukan tidak sedikit keraguan muncul
mengenai proyek GP B ini. Pada tahun 1973, NASA kembali
mempertimbangkan apakah proyek ini diteruskan atau tidak. Dibutuhkan
sekitar tiga puluh tahun dari gagasan ini diusulkan untuk tiba pada
kesiapan teknologi pembangunan komponen satelit ini. Tahun 1990, komite
Rosendhal NASA menyatakan kesiapan teknologi yang akan digunakan untuk
membangun peralatan satelit GP B.
Setelah mengalami begitu banyak penundaan dikarenakan masalah pada satelit, cuaca, juga kendaraan peluncur, akhirnya satelit GP B
dapat mengorbut bulan Mei 2004,. Untuk berfungsi secara penuh satelit
ini masih membutuhkan waktu sekitar 44 hari dari waktu satelit ini tiba
pada posisi orbit. Setelah giroskop berputar dengan kecepatan penuh,
misi ini tiba pada fase sains dimana data-data akan dikumpulkan. Pada
fase ini, tidak banyak perintah dari bumi yang dikirimkan ke satelit.
Pengambilan data akan mengikuti pola rutin. Setelah fase sains selesai,
satelit memasuki fase yang sebenarnya lebih penting yaitu fase
post-sains. Pada saat ini akan lebih banyak perintah yang dikirimkan ke
satelit untuk memberi error sistematis eksperimen pada data.
Apapun hasil yang dikuakkan oleh eksperimen ini akan memberikan
kontribusi yang akan membuka wahana baru dan menambah kepingan misteri
dari rahasia alam semesta yang sangat besar ini. Jika GP B
berhasil melakukan tugasnya dengan baik, maka satelit ini telah
melakukan pengukuran yang paling akurat dari efek geodetic dan seretan
kerangka. Jika hasil eksperimen ini berlawanan dengan teori relativitas
umum Einstein, maka para fisikawan diperhadapkan dengan tantangan untuk
menyusun ulang seluruh teori alam semesta yang baru yang didukung oleh
data eksperimen GP B ini.

Sumber : BeritaIptek (25 Oktober 2004)

Big Bang Theory (Hubble Baiquni) versus Particle Theory proceeds (Behram Nazwar Syamsu)

2013
04.09

Big Bang Theory (Hubble Baiquni) versus Particle Theory proceeds (Behram Nazwar Syamsu)
In
the theory of creation of the universe, at least we know the two
popular theory, the Big Bang theory and the theory of particles
proceeds.
Big Bang Theory which has now become mainstream, first introduced by Edwin Hubble. This theory is also supported by a world-leading physicist Albert Einstain (1879-1955).
Big Bang Theory states universe, starting from a giant explosion of an atom, which occurred about 13.7 billion years ago.
And
the theory is backed by Prof Baiquni Muslim scientists, which he said,
the Big Bang theory is in accordance with the news contained in the
verses of the Qur’an.
The process of formation of the Universe, according to Baiquni
Here tathbiq (to borrow a term M Quraish Shihab), Prof.. Achmad Baiquni the verses relating to the creation of the universe:
1. At
the time of creation (about 13.7 billion years ago), the heavens
(space-time) and the earth (the material), the original unified (in the
physical singularity point), separated (when out of him)
#
QS: Al-Anbiya (21) verse 30: “And it is not the Unbelievers see that
the same ‘(space-time) and ard (space-material) things that first piece,
then We parted them.”
2. In
the construction of the sky (when the space time out with a mighty
blast from the point of singularity) involved unequaled strength
(resulting in the symptoms of inflation), which is then expanded (as it
appears now as a Universum a expands)
# Q.S. Adh-Dzariyaat (51) verse 47: “And the same ‘(space-time) that we wake up with real power and who we expand it.”
3. At
the very rapid cooling (as a result of inflation reached a state of
“too cold”) and a phase transition occurs, which causes gradual
materialization of energy, (along with the creation of other worlds next
to us): the material that appears as the second phase while the energy
is
first phase
# Q.S. Fushshilat
(41) verse 9, “why have you Kufr Say to those who have created ard
(space-matter) in two yaum (phase) and you ascribe Him, when He the Lord
of the Worlds.”
4. With
the natural energy of matter in space, then there was counterposed
nuclear spin subatomic particles, electrons, photons, and lainnyasebagai
vortex motion and the adoption of the charges that are a source of
strength or force (gravity, strong nuclear, weak nuclear, electrical and
magnetic) in four
stages
# Q.S. Fushshilat
(41) verse 10 “And it rawasiy He created and blessed him and determine
aqwatnya in four yaum as an answer for the asking.”
5. Meanwhile,
when the heavens (space environment) full “embunan” (as a result of
inflation, so that energy transforms into matter).
God
enact any regulations adhered to space and matter (as a law of nature
that control the properties and behavior of the universe)
# Q.S. Fushshilat
(41) verse 11: “In the meantime, he led the creation of the heavens
(space-nature) and he was” embunan (dukhan) “(from the materialization
of energy), and He said to it and to al-ard (matter): Come
you abide by (the rules)-Me with love or forced, both replied: We come in compliance. “
6. God
made the seven heavens (space environment) in two stages, (at the time
of inflation and afterwards) and set the laws of nature that apply in
it.
The
sky and the world with lamps (in the form of stars, moon, eyes the day,
etc.) and keeping (by giving the atmosphere, the ozone layer, and so
on)
# Q.S. Fushshilat
(41) verse 12: “And He created seven heavens (seven natural space) in
two stages, and at each of the heavens (the nature) He reveals affairs
respectively.
Then the heavens are close (to the ground), we decorate with stars, and (we made it) to maintain. Thus the provisions of (God) the Almighty, All-Knowing “
7. Allah
is He Who created the seven heavens (space environment) and seven Earth
counterpart (or the respective material nature in the verse is stated
to have their own laws that are not necessarily the same)
#
Surah At-Talaaq (65) verse 12: “God created the seven heavens (seven
natural space) and seven earth counterpart (each material nature).
Commandments
apply to him, that you may know that Allah hath power over all things,
and the knowledge of God really covers everything. “
8. God
created the heavens (space realm) and earth (natural materials) and
anything in between is the enem period or stage, while enforcing his
rule.
(Inflation
phase and expansion phase space according to the stage of natural
energy and materialization phase that followed the creation stage of the
interaction of gravity, strong nuclear, weak nuclear and
electromagnetic)
# Q.S. As-Sajdah
(32) verse 4: “Allah is He Who created the heavens (space-nature) and
the material and what is between them in six yaum, and at that time also
enforce his rule (which all the rules are adhered to by
all His creatures with love hearts) … “
9. He
created the heavens (space realm) and earth (natural materials) in six
stages while it has established his reign in the material that is fluid
(or Segal natural laws or regulations have been effective in Him all His
creatures, which at that time still
intangible substance flow is very tight and very hot)
# Q.S. Hud
(11) verse 7: “And He it is Who has created the space and
natural-material in six stages, while his government has been upright
phase flow agent, to test which of you is better deeds”.
10. God of the universe to not hold “mbedal” and to not expand relentlessly
# Q.S. Fathir
(35) verse 41: “Verily, Allah hold the natural space and the materials
in it that do not disappear (as the universe-open highway), and indeed
if they will go away anyone who can not resist them but God: behold, He
is All-Forbearing and Forgiving “.
11. God’s
universe will shrink back as usual, when the universe was created in
the beginning, which ensures that our nature is closed (closed universe)
# Q.S. Al-Anbiya
(21) verse 104: “On the day we rolled natural space like a rolled up
sheets of newspaper;, as we have started the beginning of creation, that
we will return it: it is a promise that we would keep it just; verily
We shall
carry it out “.
Big Bang Theory is not nothing against it, one of the opponents is Dr.. Behram (Berhram Kursunoglu, Director of Center for Theoretical Studies at Miami University, USA). According to Dr Theory. Behram,
the creation of the universe is not of the giant atomic explosion event
(Big Bang), but the result of particles proceeds.
The process of formation of the Universe, according to Nazwar Syamsu
Theory Dr. Behram is backed by a Muslim scholar, who named Nazwar Syamsu.
In
his book entitled “Al-Qur’an, the basic scientific question and
answer”, Nazwar Syamsu recorded at least 5 things that are still a
mystery in the Big Bang Theory, namely:
1. How can form a giant atom?2. If the atoms are in a giant, GOD’s creation, where arguments in the Qur’an?3. Where are the giant atom ago, before the explosion?4. Why is there most of the galaxies are getting closer?5. Why do the planets (material) caused by explosion, different form and function?
According
Nazwar Syamsu, the universe originated from ALMAA ‘(Absolute
Emptiness), which was given Rawasiya (Power Magnet), so it appears the
particles that make up the Hydrogen atom.
Hydrogen on the provisions of GOD then augment themselves into other elements, which are then assembled into molecules objects.
1. Bemula universe of Absolute Emptiness
# Q.S. Hud
(11) verse 7: “And He it is Who has created the same ‘(space-nature)
and ard (matter) in six yaum (stage), is his universe upon ALMAA’
(absolute vacuum), to test who
of you better deeds … “
2. Then GOD gave Rawasiya (Power Peneguh Magnet)
# Q.S. Fushshilat
verse 10: “And He made Rawasiya (Magnet as Peneguh) from it, and He
blessed and determine levels of aqwat [power form the power] to him in
four yaum (stages).
That’s the explanation for that question. “
Scientists
now understand that all the processes that take place in the universe
is governed and affirmed by four kinds of interaction (force, force),
namely:
First,
the interaction of gravity, the forces acting on all particles have
mass, set the attraction of objects, ranging from confirming us on the
earth’s surface until the formation of the solar system and the galaxy.
Second,
Electromagnetic interaction, ie the forces acting on all the particles
are electrically charged, the whole set of chemical reactions, ranging
from the formation of the atom to the process of thinking in the human
brain.
Third,
Strong Interaction (Strong Interaction), the force that binds particles
(weight of an atom-weight of an atom) protons and neutrons that make up
atomic nuclei.
Fourth,
Weak Interactions (Weak Interaction), the force that governs the
conversion of one atom to another atom, starting from the radioactivity
(transmutation core) to the hydrogen into helium in the sun and the
stars that still emits light.
3. With the Rawasiya (Power Peneguh Magnet), there was a process of forming a collection of hydrogen particles
# QS. Al-Anbiya
‘(21) verse 30: “Do not the Unbelievers noticed that the natural space
and the materials used hunk (collection of Hydrogen), and WE separate
the two and WE make the life of every ALMAA’ (origin Hydrogen atom).
Do they not believe? “
When
ALMAA ‘(Absolute Emptiness) given Rawasiya (Power Magnet), then turn
around emptiness that had become the nucleus rotates on its axis.
Now ALMAA ‘has become Nuclear. Then
Nuclear comprising ALMAA ‘and rotating Rawasiya cause Electron and
Positron for packaging, all of which the composition is called Hydrogen
as origin atom.
4. The provisions of GOD, then the origin of Hydrogen atom is multiply, forming a collection of Hydrogen. Hydrogen is then set apart, form the other elements, which are then assembled into molecules objects.
Of
the two theories, both Big Bang Theory and Particle Theory proceeds,
both received support from Muslim scholars, and each side uses the
arguments of the Qur’an, in order to strengthen his argument.
Which is correct?
Only to GOD “real truth” is coming, and we just try to approach it …
Allaah a’lamu bishshawab
Sources:
1. Baiquni, Achmad, the Qur’an and Science faulty, Jakarta: Bhakti Prima Fund Yasa, 1996, Ed. To-1, h.233-2342. Qur’an basic scientific questioning, writing Nazwar Syamsu3. Discussion Seeking Residents Sky (Facebook Group)4. laskarislam.com5. irfananshory.blogspot.com6. detik.com forum

Pardot Marketing Automation | How to Get the Most Out of Your Marketing Automation Investment

2013
04.08

Pardot Marketing Automation | How to Get the Most Out of Your Marketing Automation Investment

Teori Big Bang (Hubble Baiquni) versus Teori Partikel Berproses (Behram Nazwar Syamsu)

2013
04.07

Teori Big Bang (Hubble Baiquni) versus Teori Partikel Berproses (Behram Nazwar Syamsu)

Di dalam teori penciptaan alam semesta, setidaknya kita mengenal 2
teori yang populer, yakni teori Big Bang dan teori partikel yang
berproses.

Teori Big Bang yang saat ini telah menjadi mainstream, pertama kali diperkenalkan oleh Edwin Hubble. Teori ini juga mendapat dukungan dari Fisikawan terkemuka dunia Albert Einstain (1879-1955).

Teori Big Bang menyatakan alam semesta ini, bermula dari satu ledakan
besar atom raksasa, yang terjadi sekitar 13,7 milyar tahun yang lalu.

Dan teori ini mendapat dukungan ilmuan muslim Prof Baiquni, yang
menurutnya, Teori Big Bang sangat sesuai dengan berita yang terdapat di
dalam ayat-ayat Al Qur’an.

Proses Pembentukan Alam Semesta, menurut Baiquni

Berikut tathbiq (meminjam istilah M Quraish Shihab), Prof. Achmad
Baiquni terhadap ayat-ayat yang terkait dengan penciptaan alam semesta:

1. Pada saat penciptaan (sekitar 13,7 milyar tahun yang lalu), langit
(ruang waktu) dan bumi (ruang materi), yang semula padu (dalam titik
singularitas fisis), dipisahkan (ketika keluar dari padanya)

#
Q.S : Al-Anbiyaa’ (21) ayat 30 : “Dan tidaklah orang-orang kafir itu
melihat bahwa sama’ (ruang-waktu) dan ardh (ruang-materi) itu dahulu
sesuatu yang padu, kemudian Kami pisahkan keduanya.”

2. Dalam
pembangunan langit (ketika ruang waktu keluar dengan ledakan yang
dahsyat dari titik singularitas) dilibatkan kekuatan yang tiada taranya
(sehingga terjadi gejala inflasi), yang kemudian diekspansikan
(sebagaimana ia tampak kini sebagai sebagai universum yang mengembang)

# Q.S. Adz-Dzariyaat (51) ayat 47 : “Dan sama’ (ruang-waktu) itu Kami
bangun dengan kekuatan dan sesungguhnya Kami-lah yang meluaskannya.“

3. Pada pendinginan yang sangat cepat (sebagai akibat inflasi tercapai
keadaan “kelewat dingin”) dan terjadi transisi fase, yang menyebabkan
materialisasi energi secara berangsur, (bersamaan dengan terciptanya
alam-alam lain di samping kita): materi yang muncul sebagai fase kedua
sedangkan energi adalah fase pertamanya

# Q.S. Fushshilat (41)
ayat 9, “ Katakanlah patutkah kalian kufur kepada yang telah menciptakan
ardh (ruang-materi) dalam dua yaum (fase) dan kalian
mempersekutukan-Nya; padahal Dia Tuhan semesta alam.”

4. Dengan
adanya energi materi dalam ruang alam, maka dimunculkanlah spin
partikel sub nuklir, elektron, foton, dan lainnyasebagai gerak pusaran
serta ditetapkannya satu muatan-muatan yang merupakan sumber kekuatan
atau gaya (gravitasi, nuklir kuat, nuklir lemah, dan listrik magnet)
dalam empat tahapan

# Q.S. Fushshilat (41) ayat 10 “Dan atasnya
Dia ciptakan rawasiy dan memberkahinya serta menentukan aqwatnya dalam
empat yaum sebagai jawaban bagi yang bertanya.”

5. Sementara
itu, ketika langit (ruang alam) penuh “embunan” (sebagai akibat dari
inflasi, sehingga energi berubah menjadi materi). Allah mengundangkan
segala peraturan yang ditaati ruang dan materi (sebagai hukum alam yang
mengendalikan sifat dan kelakuan jagad raya)

# Q.S. Fushshilat
(41) ayat 11 : ” Dalam pada itu Dia mengarah pada penciptaan langit
(ruang-alam) dan ia penuh “embunan (dukhan)” (dari materialisasi
energi), lalu Dia berkata kepadanya dan kepada al-ardh (materi) :
Datanglah kalian mematuhi (peraturan)-Ku dengan suka atau terpaksa;
keduanya menjawab: Kami datang dengan kepatuhan.”

6. Allah
menjadikan tujuh langit (ruang alam) dalam dua tahap, (pada saat inflasi
dan sesudahnya) dan menetapkan hukum-hukum alam yang berlaku di
dalamnya. Serta menghiasi langit dunia dengan pelita-pelita (dalam
bentuk bintang, bulan, mata hari dan sebagainya) serta menjaganya (
dengan memberikan atmosfer, lapisan ozon dan sebagainya)

# Q.S.
Fushshilat (41) ayat 12 : “Lalu diciptakan-Nya tujuh langit (tujuh
ruang alam) dalam dua tahap, dan pada setiap langit (ruang alam) Dia
mewahyukan urusannya masing-masing. Kemudian langit yang dekat (dengan
bumi), Kami hiasi dengan bintang-bintang, dan (Kami ciptakan itu) untuk
memelihara. Demikianlah ketentuan (Allah) Yang Maha Perkasa, Maha
Mengetahui”

7. Allah-lah yang menciptakan tujuh langit (ruang
alam) dan tujuh Bumi padanannya (atau materi masing-masing alam yang di
dalam ayat tersebut dinyatakan memiliki hukum mereka masing-masing yang
tidak perlu sama)

# Q.S At-Talaaq (65) ayat 12 : “Allah yang
menciptakan tujuh langit (tujuh ruang alam) dan tujuh bumi padanannya
(materi masing-masing alam). Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu
mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah
benar-benar meliputi segala sesuatu.”

8. Allah menciptakan
langit (ruang alam) serta bumi (materi alam) dan apa saja yang berada di
antaranya dalam enem priode atau tahapan, sambil menegakkan
pemerintahan-Nya. (tahap inflasi dan tahap ekspansi ruang alam yang
sesuai dengan tahap energi dan tahap materialisasi yang diikuti tahap
penciptaan interaksi gravitasi, nuklir kuat, nuklir lemah dan
elektromagnetik)

# Q.S. As-Sajdah (32) ayat 4 : “Allah-lah yang
menciptakan langit (ruang-alam) dan materi dan apa yang ada di antara
keduanya dalam enam yaum, dan pada saat itu pula menegakkan
pemerintahan-Nya (yang seluruh perangkat peraturannya ditaati oleh
segenap mahluk-Nya dengan suka hati)… “

9. Dia menciptakan
langit (ruang alam) serta bumi (materi alam) dalam enam tahapan
sementara itu telah ditegakkan pemerintahan-Nya pada materi yang
bersifat fluida (atau segal peraturan atau hukum alam-Nya telah efektif
pada seluruh makhluk-Nya, yang pada waktu itu masih berujud zat alir
yang sangat rapat dan sangat panas)

# Q.S. Hud (11) ayat 7 : ”
Dan Dia-lah yang telah menciptakan ruang-alam dan materi dalam enam
tahapan, sedang pemerintahan-Nya telah tegak pada fase zat alir, untuk
menguji siapakah di antara kalian yang lebih baik amalannya”.

10. Allah menahan alam semesta untuk tidak “mbedal” dan untuk tidak mengembang terus tanpa henti

# Q.S. Fathir (35) ayat 41 : ” Sesungguhnya Allah menahan ruang-alam
dan materi di dalamnya agar jangan lenyap (sebagai jagad-raya yang
terbuka), dan sungguh jika keduanya akan lenyap tiada siapa pun yang
dapat menahan keduanya selain Allah; sesungguhnya Dia
adalah Maha Penyantun dan Maha Pengampun”.

11. Allah akan mengecilkan kembali jagad raya seperti sedia kala,
ketika jagad raya diciptakan pada awalnya, yang menjamin bahwa alam kita
bersifat tertutup (closed universe)

# Q.S. Al-Anbiyaa’ (21)
ayat 104 : ” Pada hari Kami gulung ruang alam laksana menggulung
lembaran tulis; sebagaimana Kami telah mulai awal penciptaan, begitulah
Kami akan mengembalikannya; itulah janji yang akan kami tepati;
sesungguhnya Kamilah yang akan
melaksanakannya”.

Teori Big
Bang bukan tidak ada yang menentangnya, salah satu penentangnya adalah
Dr. Behram (Berhram Kursunoglu, Direktur Pusat Theoritical Studies pada
University Miami USA). Menurut Teori Dr. Behram, penciptaan alam semesta
bukanlah berasal dari peristiwa ledakan atom raksasa (Big Bang),
melainkan akibat dari partikel-partikel yang berproses.

Proses Pembentukan Alam Semesta, menurut Nazwar Syamsu

Teori Dr. Behram ini mendapat dukungan oleh seorang cendikiawan muslim, yang bernama Nazwar Syamsu.

Di dalam bukunya yang berjudul “Al Qur’an, dasar tanya jawab Ilmiah”,
Nazwar Syamsu mencatat setidaknya ada 5 hal yang masih misteri dalam
Teori Big Bang, yaitu :

1. Bagaimana bisa terwujud atom raksasa ?
2. Jika atom raksasa tersebut di merupakan, ciptaan ALLAH, mana dalilnya dalam Al Qur’an ?
3. Dimana dahulu atom raksasa itu berada, sebelum terjadi ledakan ?
4. Mengapa ada sebagian galaksi yang semakin mendekat ?
5. Mengapa planet-planet (materi) yang terjadi akibat ledakan, berbeda-beda wujud dan fungsinya ?

Menurut Nazwar Syamsu, alam semesta bermula dari ALMAA’ (Kekosongan
Mutlak), yang diberi Rawasiya (Daya Magnet), sehingga muncul
partikel-partikel yang membentuk atom Hydrogen.

Hydrogen atas
ketentuan ALLAH kemudian mempergandakan diri membentuk elemen-elemen
lain, yang kemudian berkumpul menjadi molekul-molekul benda.

1. Alam semesta bemula dari Kekosongan Mutlak

# Q.S. Hud (11) ayat 7 :” Dan Dia-lah yang telah menciptakan sama’
(ruang-alam) dan ardh (materi) dalam enam yaum (tahapan), sedang
semesta-Nya di atas ALMAA’ (kekosongan mutlak), untuk menguji siapakah
di antara kalian yang lebih baik amalannya…”

2. Kemudian ALLAH memberinya Rawasiya (Daya Peneguh Magnet)

# Q.S. Fushshilat ayat 10 :” Dan Dia menjadikan Rawasiya (Magnet
sebagai Peneguh) dari atasnya, dan Dia memberkahi serta menentukan kadar
aqwat [daya yang membentuk kekuatan] padanya dalam empat yaum
(tahapan). Itulah penjelasan bagi yang mempertanyakan.”

Para
ilmuwan kini memahami bahwa semua proses yang berlangsung di alam
semesta ini diatur dan diteguhkan oleh empat macam interaksi (gaya,
force), yaitu:

Pertama, Interaksi Gravitasi, yaitu gaya yang
bekerja pada seluruh partikel yang mempunyai massa, mengatur
tarik-menarik benda-benda, mulai dari meneguhkan kita pada permukaan
bumi sampai kepada pembentukan tatasurya dan galaksi.

Kedua,
Interaksi Elektromagnetik, yaitu gaya yang bekerja pada seluruh partikel
yang bermuatan listrik, mengatur seluruh reaksi kimia, mulai dari
terbentuknya atom sampai kepada proses berfikir dalam otak manusia.

Ketiga, Interaksi Kuat (Strong Interaction), yaitu gaya yang mengikat
partikel-partikel (zarrah-zarrah) proton dan netron yang menyusun inti
atom.

Keempat, Interaksi Lemah (Weak Interaction), yaitu gaya
yang mengatur perubahan suatu atom menjadi atom lain, mulai dari proses
keradioaktifan (transmutasi inti) sampai kepada perubahan hidrogen
menjadi helium pada matahari dan bintang sehingga tetap memancarkan
cahaya.

3. Dengan adanya Rawasiya (Daya Peneguh Magnet), terjadilah proses partikel sehingga terbentuk kumpulan hydrogen

# QS. Al-Anbiya’ (21) ayat 30 : “Tidakkah orang-orang kafir itu
memperhatikan bahwa ruang alam dan materi dulunya sebingkah (kumpulan
Hydrogen), lalu KAMI pisahkan keduanya dan KAMI jadikan tiap yang hidup
dari ALMAA’ (atom asal Hydrogen). Tidakkah mereka beriman ?”

Ketika ALMAA’ (Kekosongan Mutlak) diberi Rawasiya (Daya Magnet), maka
berputarlah kekosongan tadi menjadi inti atom yang berputar pada
sumbunya.

Kini ALMAA’ tersebut telah menjadi Nuclear. Kemudian
Nuclear yang terdiri dari ALMAA’ dan Rawasiya yang berputar menimbulkan
Elektron dan Positron sebagai pembungkus, komposisi kesemuanya ini
dinamakan Hydrogen sebagai atom asal.

4. Atas ketentuan ALLAH,
kemudian atom asal Hydrogen ini menggandakan diri, sehingga membentuk
kumpulan Hydrogen. Kumpulan Hydrogen ini lalu terpisah, membentuk
elemen-elemen lain, yang kemudian berkumpul menjadi molekul-molekul
benda.

Dari kedua teori ini, baik Teori Big Bang maupun Teori
Partikel Berproses, sama-sama mendapat sokongan dari ilmuwan muslim, dan
masing-masing pihak menggunakan dalil Al Qur’an, untuk memperkuat
argumennya.

Mana yang benar ?

Hanya kepada ALLAH “kebenaran sejati” itu berasal, dan kita hanya mencoba untuk mendekatinya…

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber :

1. Baiquni, Achmad, Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan Kealaman, Jakarta: Dana Bhakti Prima Yasa, 1996, Cet. Ke-1, h.233-234
2. Al Qur’an dasar tanya jawab Ilmiah, tulisan Nazwar Syamsu
3. Diskusi Mencari Penghuni Langit (Grup Facebook)
4. laskarislam.com
5. irfananshory.blogspot.com
6. forum detik.com

Diabetes Melitus

2013
04.06

–>

DM (Diabetes Melitus) adalah keadaan hiperglikemia kronik (kadar gula dalam darah tinggi dalam jangka lama) disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf dan pembuluh darah. Pada awal diagnosis DM ditegakkan bila terdapat gejala poifagia (makan banyak sering lapar), poliuria ( banyak kencing), plidipsia (sering merasa haus, banyak minum), lemas, berat badan turun, kesemutan , gatal, mata kabur, impotensi pada pria dan gatal kelamin pada wanita. dan bila dibiarkan tanpa diobati akan mengakibatkan komplikasi berupa,

Komplikasi akut :
·    Koma hipoglikemia,
·    Ketoasidosis,
·    Koma hiperosmolar non ketotik,
ini semua dapat mengakibatkan kematian

Komplikasi kronik :
·    Makroangiopati, kerusakan pada pembuluh darah besar ; misal kerusakan pembuluh darah otak ; pembuluh darah jantung dan pembuluh darah tepi, tangan kaki dan permukaan tubuh.
·    Mikroangiopati, kerusakan pada pembuluh darah kecil ; pembuluh darah mata ( retinopati diabetikum), pembuluh darah ginjal ( nefropati diabetikum)
·    Kerusakan saraf di seluruh tubuh ( neuropati diabetikum)
·    Rentan infeksi , seperti TBC, radang digigi mulut, infeksi saluran kencing
·    Gangren diabetikum ( kaki membusuk )
Bila membaca dari gejala- gejala yang timbul pada Ibu Mas, kemungkinan besar DM yang diderita Ibu telah mencapai tahap komplikasi kronik, dimana mungkin sudah terjadi kerusakan makroangiopati , mikroangiopati, dan mungkin adanya infeksi yang menyertai juga . Penurunan kadar gula darah ditujukan untuk menjaga supaya kerusakan yang sudah terjadi tidak makin memberat dan supaya tidak terjadi komplikasi akut dimana bisa menimbulkan kematian.

Mas Ahmad , kerusakan yang sudah terjadi biasanya sulit untuk diperbaiki.
tetapi segala kesembuhan penyakit adalah Hak ALLAH, jangan pernah berhenti memohon kesembuhan kepada ALLAH dan jangan lupa ikhtiar untuk terus berusaha dan jangan berputus asa… coba terapi nutrisi kepada ibu Anda , segala penyakit berasal dari lambung bisa diartikan penyakit timbul karena pola makan kita yang kurang baik, bila pola makan kita baik, sel-sel tubuh akan mendapat nutrisi yang baik, shg insya ALLAH kerja dan fungsi organ tubuh akan menjadi baik juga..dan tolong berikan kepada ibu Anda jintan hitam, habatus sauda sebagai bagian dari ikhtiar Anda.

Demikian jawaban saya. Semoga jawaban yang saya berikan dapat menjawab pertanyaan Saudara. Jika kurang jelas atau masih ada pertanyaan lain dapat menghubungi kami kembali.

Wassalam